follow us

Dilahirkan Tanpa Anggota Badan yang Sempurna dan Ditinggalkan Ibu Kandung, Siapa Sangka Remaja 18 Tahun Ini Adalah Penari Hebat

Pada usia 2 hari, seorang bayi lelaki telah ditinggalkan ibu kandungnya, kemudian diambil oleh seseorang yang akhirnya di jadikan anak angkat. mereka menjadikan remaja ini sebagai contoh dan inspirasi bagi semua orang bahwa meskipun serba kekurangan, tapi mampu beprestasi dan menepis anggapan semua orang bahwa orang yang memiliki kekurangan anggota tubuh tidak bisa berbuat apa-apa.

Gabe Adams yang kini berusia 18 tahun dilahirkan di Brazil tanpa memiliki kaki dan tangan lalu ditinggalkan oleh ibu kandung ketika dia berusia 2 hari. Pasangan suami isteri Janelle dan Ron Adams dari Utah, Amerika Serikat telah mengambil Gabe menjadikan gabe anak angkat mereka dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang tanpa membedakan keadaannya dengan orang yang normal.

Foto : Youtube KUTV2


Menurut Janelle kepada majalah People, “Apabila melihat bayi ini dengan lahir tanpa tangan dan kaki di rumahsakit, saya tidak dapat melupakannya walaupun dia telah jauh darinya.” Pasangan ini yang masing-masing berusia 58 tahun mempunyai 13 orang anak kandung yang telah dewasa.

Janelle Adams yang bekerja sebagai seorang penerima tamu mengatakan, “Sepanjang kehidupan Gabe, dia mengalami pelbagai cobaan yang besar. Gabe menghabiskan waktu setahun untuk belajar berjalan, tetapi dia tidak pernah putus asa dan patah semangat. Begitu juga apabila Gabe mau menari,dia terus mencoba dan akhirnya berhasil .”

Tidak ada satu pun halangan dan kesusahan dapat menghentikan Gabe dari melakukan apa saja yang diingininya. Gabe Adams dilahirkan dengan sindrom Hanhart, satu penyakit ganjil dengan masalah kongenital yang menyebabkan bayi dilahirkan tanpa tangan dan kaki.

Walaupun fisik Gabe Adams tidak sempurna seperti orang normal yang lain, Gabe mampu melakukan segala apa yang orang normal juga lakukan bantuan orang lain. seperti makan, menulis, menaiki dan menuruni tangga. Gabe juga bisa berenang dan terjun ke kolam renang tanpa mengalami masalah.

Ketika Gabe berusia 12 tahun, dia secara diam-diam mempelajari seni tari dan kemudian mendapat kesempatan untuk mengikuti lomba menari di sekolah menengah pertama.

Ibunya Janelle berkata, “Setelah pertunjukan gabe berakhir, semua hadirin berdiri dan bersorak bertepuk tangan.”

Gabe berkata, “Saya sangat gembira. Hikmah dari perlombaan itu, dia bisa menunjukan pada orang bahwa tarian itu menunjukan jati dirinya. Saya bertekad untuk terus mempelajari seni tari.”

Gabe Adams menghabiskan waktu beberapa jam setiap hari untuk latihan tari ini sehingga dapat membuat pertunjukan terbaik di atas pentas. Akhirnya, Gabe Adams dapat bergabung dengan kelompok tari disekolahnya bersama 28 gadis untuk menghibur penonton pada pertandingan bola basket, yang membuat semua penonton kagum.

Menurut rekan satu team gabe, Tori Nybo , “Gabe memberikan sumber inspirasi kepada kami semua. Apabila saya mengalami kesulitan saat latihan, saya melihat Gabe dan menyadari yang kita boleh melakukan apa sahaja yang diingini. Gabe memberi kekuatan kepada seluruh ahli pasukan. Gabe sangat merendah diri dan baik serta sentiasa belajar satu perkara penting di dalam hidup iaitu bagaimana untuk menjadi gembira.”

Foto : Youtube TheMauryShow


Menurut rakan pasukannya yang seusia, Tori Nybo , “Gabe memberi sumber inspirasi kepada kami semua. Apabila saya mengalami kesulitan saat latihan bahkan salah gerakan saat pentas yang membuat saya dimarahi pelatih dan membuat saya kecewa, saya melihat Gabe dan menyadari bahwa dia pun bisa melakukanya dengan baik dan itu menjadi motivasi bagi saya. Gabe memberi kekuatan kepada team. Gabe sangat rendah diri dan baik serta mengajarkan satu hal penting yaitu bagaimana caranya bahagia.”

Gabe hidup mandiri dan tidak bergantung dengan kursi rodanya “Saya ingin menjadi lebih berguna daripada menjadi seseorang yang hanya duduk di kursi roda.”

Gabe ingin memberi inspirasi kepada semua orang supaya dapat bertoleransi dengan orang lain terutama kepada orang-orang yang sama denganya. Gabe dan team tarinya pernah menjadi bintang tamu di acara The Maury Show, selain menunjukan keahlian tarinya, gabe pun menceritakan pengalaman hidupnya di acara itu.
Foto : Youtube TheMauryShow


“Kita semua adalah unik, istimewa dan semua dilahirkan seperti kanvas yang kosong. Kita semua memiliki pengalaman sendiri-sendiri didalam kehidupan dengan pelbagai keadaan yang berbeda dan kembali kepada diri masing untuk berbuat sesuatu dalam hidupnya. Jangan biarkan orang lain berkata, anda tidak boleh melakukan apa yang anda mau lakukan.”

Ternyata, Gabe Adams menjadi contoh terbaik kepada semua bahaw walaupun keadaan dirinya serba kekurangan, dia mampu mengatasi segala halangan dan cobaan karena mempunyai tekad kuat dan tak pernah putus asa.

dilansir dari : erabaru.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar