follow us

Inilah Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil/Sepeda Motor Sering Mati Di Atas Rel

Kamu sering kan melihat dan mendengar berita di tv atau koran tentang kecelekaan yang terjadi di rel kereta api ? bahkan yang terbaru beredar di facebook memperlihatkan seseorang yang mati di rel kereta api, karena nekad menerobos perlintasan kereta api. Hati-hati bila menerobos palang pintu kereta Api.

Berikut penjelasan dari Bagus Setya/PM1156 Perkeretaapian, kenapa mesin mobil dan motor sering mati di atas perlintasan rel kereta api

Penjelasan teknis :

Dilokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dalam dinamo ada unsur magnit yang cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar). Hal ini berdampak pada rel yang terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1KM dari lokomotif.

Saat kendaraan bermotor melintasi rel KA biasanya menggunakan kecepatan rendah, apabila pengendara tidak memindahkan gigi mesin ke yang lebih rendah maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnit boggie Kereta Api di hantarkan oleh rel kereta api. Oleh karena itu petugas JPL selalu menutup pintu perlintasan sebelum kereta api mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km).
Bila ada pengemudi tetap menerobos/melintasi rel kereta api yang berjarak kurang dari 1 km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yang sudah lemah dapat mati.

Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil atau turun dari motor anda, karena mesin mobil dan motor akan susah untuk di stater kembali.

Maka di sarankan jangan melintasi rel kereta api bila sudah terlihat kereta api walaupun masih berjarak 1 Km dari perlintasan sebidang, demi keselamatan anda, Ingat kereta api tidak bisa mengerem mendadak karena roda dan rel terbuat dari baja sehingga tidak ada friksi, rata rata kereta api akan berhenti sejauh 800 meter setelah di rem

Lebih Baik Kehilangan Waktu 1 Menit Daripada Kehilangan Nyawa Dalam 1 Menit.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar